Mengingat masa lalu memang indah. Namun, sangat sakit bila diingat terus.Karena masa lalu itu adalah kenangan yang paling indah, dan sulit untuk dilupakan.
Ketika ia masih berada disampingku, aku merasa itu sudah biasa. Tapi ketika dia tak lagi disampingku, itu tidak biasa. Banyak kenangan indah yang terukir bersamanya. Terukir wajahnya, teringat suaranya, teringat segalanya tentang dia. Tapi apakah tangisan dapat merubah semuanya seperti dulu? Tidak. Tidak ada yang bisa kita ubah. Itu semua sudah suratan takdir dari yang maha kuasa.
Yang membuatku menjadiseperti ini karena cinta, karena sayang. Cinta kepadanya, dan sayang kepadanya.
Kulihat dia di sisa waktu hidupnya, dia sedang terbaring dengan menggunakan alat rumah sakit. Hidung dan mulutnya diberi oksigen agar bisa bernafas. Tapi tidak seperti orang bernafas biasa. Nafasnya tersengal-sengal seperti orang yang susah nafas atau yang nafasnya pengen berhenti.
Sebelum dia pergi, banyak orang-orang yang sudah tahu bahwa dia akan pergi ninggalin kita. Yaa termasuk saya. Saya merasakan hal itu ketika saya melihatnya di hari terakhir dia di rumah sakit. Hatiku menangis, tapi aku menahannya. Terasa sakit memang melihatnya menderita. Tapi mungkin ini jalan yang terbaik untuknya agar dia tidak tersiksa dengan penyakit yang menyiksanya.
Penyakit itu sangat parah. Coba kalian pikir, gimana rasanya kalau kalian punya penyakit jantung, lever, ginjal, darah tinggi, paru-paru, struk, penyakit gula. Gimana rasanya kalau penyakit-penyakit itu? Pasti kalian tersiksa banget kan? Dan penyakit itu udah 10 tahun di tubuh kalia, tapi penyakit itu baru ketauan tahun ini.
Gue hanya bisa sabar dan tegar sama semuanya. Mungkin gue bisa seneng, tapi di sisi lain gue emang nangis. Maaf aja kalau misalkan ada yang berubah dari gue. Ini semua karena keadaan yang gak baik. Tapi insya allah gue usahain buat jadi rizka yang dulu. Rizka yang kaya biasanya. Insya allah gue bisa :')

Tidak ada komentar:
Posting Komentar